Semarang Ibukota Wisata Budaya Jawa Tengah

Diposting pada

Sebuah plot peleburan budaya, Semarang terletak di pantai utara Jawa dan merupakan pelabuhan utama provinsi Jawa Tengah. Keragaman budaya Semarang yang kaya dan pluralitas agama adalah hasil dari banyaknya kota yang dicaplok oleh kekuatan asing dan telah diduduki berkali-kali. Kuil-kuil yang berwarna cerah, bangunan-bangunan era kolonial, festival-festival Cina yang semarak, dan masjid-masjid mewah semuanya bersatu untuk membentuk campuran budaya Semarang yang menakjubkan.

Lokasi Semarang yang strategis di sepanjang pantai Jawa bagian utara menjadikannya tempat perhentian populer bagi banyak kapal pesiar, yang pada gilirannya menjadikan kota pelabuhan itu sebagai tujuan wisata sehari-hari favorit di antara para pelancong yang mencari pengalaman yang sedikit lebih menyenangkan. Semarang dikenal karena perayaan festival Dugderan, yang menandai datangnya musim Ramadhan. Objek wisata seperti Tugu Muda, kuil Sam Poo Kong, dan Masjid Agung menyoroti keragaman budaya Semarang.

tugu semarang gerak serentak
tugu semarang gerak serentak

Tidak heran jika Semarang disebut sebagai Ibukota wisata budaya jawa tengah. Banyak sekali keberadaan yang akan kita jumpai di kota ini. Nah, dibawah ini akan kami rangkum tempat dan informasi penting untuk wisatawan.

Tempat untuk Dikunjungi

Gereja Blenduk

Gereja Protestan, Gereja Blenduk, cukup populer di kalangan wisatawan karena desain arsitektur kolonial Belanda dan untuk menjadi gereja tertua di Jawa Tengah, karena dibangun pada 1753. Terletak di Jalan Letjend Suprapto, 32 Kota Lama dan tetap terbuka dari 6: 00-12: 00. Tidak ada biaya masuk yang dipungut untuk mengunjungi fasilitas.

Lawang Sewu

Situs bersejarah ini dikenal dengan desain arsitekturnya yang memiliki berbagai pintu dan busur serta sekitar 600 jendela besar. Nama itu sendiri diterjemahkan menjadi “seribu pintu” dan situs ini diketahui dihantui dalam cerita rakyat, meskipun upaya resmi terus dilakukan untuk menghilangkan branding. Terletak di Komplek Tugu Muda di jalan Pemuda dan biaya masuknya Rp 10.000 per orang dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak dan pelajar.

Pura Gedong Batu

Juga dikenal sebagai Sam Poo Kong dikenal sebagai kuil Cina tertua di wilayah ini dan dikunjungi oleh turis dan penduduk lokal, terutama selama musim karnaval di mana orang-orang memamerkan statuta Zheng He, Lauw In dan Thio Ke, yang terkenal dan penjelajah yang dihormati, pada tanggal 30 dari bulan keenam untuk setiap tahun lunar. Terletak di Jalan Simongan nomor 129 di Bongsari dan tetap buka dari jam 8:00 pagi hingga 8:00 malam. setiap hari. Tiket hanya untuk mengunjungi daerah persegi biaya Rp 10.000 dan biaya hingga Rp 30.000 untuk mengunjungi daerah ibadah juga.

Masjid Agung Jawa Tengah

Juga dikenal sebagai Masjid Agung Jawa Tengah, masjid ini dikunjungi oleh wisatawan yang tertarik dengan arsitektur bangunan dan juga oleh para pengikut Islam setempat. Menjadi objek wisata yang sangat populer, transportasi umum seperti bus dan trem mudah tersedia untuk mencapai masjid. Kompleks masjid juga memiliki restoran untuk para pengunjung.

Pecinan di Semarang

Pasar malam Semawis buka setiap malam pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu dalam seminggu mulai pukul 6:00 malam. hingga 11:00 malam dan terletak di Jalan Gang Warung, nomor 50. Dikenal karena perpaduan yang menyenangkan dari masakan Indonesia dan Cina yang tersedia untuk para pengunjung dan juga kios-kios lain yang menjual rempah-rempah Cina, rempah-rempah dan makanan ringan dan juga kaos suvenir. Tidak ada biaya masuk untuk mengunjungi pasar.

Informasi Penting untuk Wisatawan

  • Karena suhunya cenderung tetap panas sepanjang tahun, disarankan untuk membawa pakaian kasual yang ringan dan nyaman.
  • Untuk akomodasi, yang terbaik adalah tinggal di atau sekitar Simpang Lima, karena daerah tersebut dianggap sebagai pusat bagi wisatawan.
  • Ini adalah pusat bagi banyak rantai makanan dan restoran, pusat perbelanjaan, hotel dan banyak lagi, menjadikannya ideal untuk bermalam di lingkungan sekitar untuk mencoba masakan lokal dan pasar.
  • Saat mengunjungi kuil-kuil, disarankan untuk tiba paling awal karena tempat-tempat ini cenderung ramai.