5 Fakta Menarik Tentang Candi Sewu

Diposting pada

Sebelum membahas fakta menarik dari Candi Sewu, alangkah baiknya membaca ini dahulu Sekilas tentang Candi Sewu atau Manjusrighra adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi yang berjarak sekitar 800 (delapan ratus) meter di sebelah utara Kompleks Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Provinsi Jawa Tengah. Alamat: Jalan Raya Solo – Yogyakarta KM.16, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

candisewu - 5 Fakta Menarik Tentang Candi Sewu

1. Namanya Sewu (seribu) namun jumlah candinya tidak seribu

Apakah benar sewu ? Banyak orang yang menyebutkan bahwa Candi Sewu benar-benar berjumlah seribu karena memang jika dilihat sangat banyak sekali. Ada sebuah legenda yang cukup populer dikalangan masyarakat sekitarnya yaitu Roro Jonggrang juga ikut andil bagian dalam penyebutan candi ini. Disebutkan dalam sebuah legenda itu bahwa Bandung Bondowoso diminta untuk membangunkan 1000 (seribu) candi sebagai syarat untuk menikah dengan Roro Jonggrang. Namun faktanya Kompleks Candi Sewu ini tidak berjumlah seribu. Bahkan jumlah candi di Kompleks Candi Sewu totalnya adalah 249 (dua ratus empat puluh sembilan) terdiri dari 1 (satu) bangunan candi utama, 8 (delapan) Candi Apit dan sebanyak 240 (dua ratus empat puluh) Candi Perwara. Namun Jika anda masih Tidak percaya? Silahkan datang dan hitung sendiri.

2. Kompleks Candi Buddha Terbesar di Indonesia

Banyak sekali orang (masyarakat) mengetahui bahwa Candi Buddha terbesar adalah Candi Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang. Namun apakah anda tahu bahwa Kompleks Candi Buddha terbesar berada di Indonesia. Jawabannya adalah Candi Sewu. Seperti yang telah diketahui Kompleks Candi Sewu mampu menampung 249 (dua ratus empat puluh sembilan) candi dan 8 (delapan) Arca Dwarapala. Faktanya bahwa Candi Sewu sebagai Kompleks Candi Buddha terbesar di Negara Indonesia tercinta ini ternyata Candi Sewu juga telah diakui oleh Organisasi Unesco sebagai warisan dunia dalam pernyataan Outstanding Universal Value-nya.

3. Kompleks Candi ditetapkan Unesco sebagai Warisan Dunia

Tidak banyak yang mengetahui tentang Keistimewaan Candi Sewu, Masyarakat mungkin hanya mengenal jika Candi Prambanan sebagai Candi yang diakui oleh Unesco sebagai Warisan Dunia. Namun apakah anda tahu jika ternyata Unesco juga menetapkan candi-candi lain di kawasan sekitar Candi Prambanan untuk menjadi warisan dunia. Selain Candi Prambanan yang juga ditetapkan adalah Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Asu. Semua candi ini diberi nomor yang sama yaitu 642 (enam ratus empat puluh dua).

4. Candi di Indonesia yang memiliki Studio Museum yang tidak bercerita tentang Candi Sewu

Apabila anda mengunjungi Kompleks Candi Sewu, tidak lengkap jika anda tidak mengunjungi Museumnya. Museum dikawasan ini tidak bercerita tentang Megahnya Candi Sewu melainkan bercerita tentang bagaimana proses pemugaran sebuah candi. Bahkan letak Museum ini berada disebelah Utara Kompleks Candi Sewu. Selain menceritakan bagaimana cara memugar candi batu, kawasan museum ini ternyata juga dilengkapi dengan ruang audio visual agar mudah diterima dan dipahami oleh pengunjung museum. Para pengunjung dapat menggali ilmu pengetahuan tentang candi-candi yang terletak di Kawasan Candi Prambanan melalui pemutaran film yang disediakan didalam museum.

5. Membutuhkan 200 tahun untuk memugar keseluruhan candi

Bagaimana bisa candinya utuh seperti sekerang ini ? Ternyata pemerintah melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah terus dalam mengadakan kegiatan pemugaran Candi di Kompleks Candi Sewu yang berjumlah total 249 (dua ratus empat puluh sembilan). Sejak awal Sampai saat ini pemerintah berupaya dalam pemugaran telah berhasil memugar satu candi induk, Candi Apit dan beberapa Candi perwara. Ada pula Candi yang belum sempat dipugar masih sekitar 200 (dua ratus) candi. Namun tahukan anda bahwa setiap 1 (satu) candi memerlukan waktu satu tahun dalam pemugarannya. Tidak mudah dan tidak hanya sekedar pemugaran saja, hal ini dikarenakan bahwa pemugaran merupakan kegiatan yang cukup rumit dari tahap pencarian batu yang akan dipasang, disusun percobaan dan rebuilding. Jika satu candi saja memerlukan lama waktu satu tahun maka untuk menyelesaikan 200 candi kita harus membutuhkan waktu selama 200 tahun.